Mengenai Penulis

Foto saya
Pekanbaru, Riau, Indonesia
If You Think U can.. U Can..!

Minggu, 02 Januari 2011

SOSIOMETRI


SOSIOMETRI


PENGERTIAN
Sosiometri merupakan suatu teknik untuk menyelidiki hubungan sosial antara anggota-anggota dalam suatu kelompok.

Tujuan
•         Memperoleh  data/ informasi  jaringan-jariNgan komunikasi di dalam kelompok.
•         Membentuk kelompok siswa di dalam kelas
•         Meningkatkan jaringan komu-nikasi/hubungan sosial siswa di dalam kelompok

Pelaksanaan
•         Diberikan daftar pernyataan pilihan
•         Menuliskan salah seorang teman yang disenangi dalam melakukan aktivitas 
•         Menjelaskan nomor urut menentukan prioritas pilihan
•         Menjelaskan kepada siswa tujuan menentukan pilihan

Fungsi layanan
  1. Fungsi pemahaman
  2. Fungsi Pencegahan
  3. Fungsi pengentasan
  4. Fungsi pengembangan dan pemeliharaan
  5. Fungsi Advokasi

Asas Pelaksanaan
•         Asas kesukarelaan
•         Asas keterbukaan
•         Asas kerahasiaan
Pengolahan Data
Tiga cara mengolah:
•         Analisis indek, Contoh: Status pilihan
•         Menyusun tabel
•         Membuat sosiogram
•         Melakukan analisis lanjut:
            1) Apakah pilihan searah atau dua arah   (saling memilih)
2) Memilih berdasarkan jenis kelamin sama
            3) menentukan siapa yang sering dipilih
            4) melihat anak yang jaran atau tidak dipilih

Pemanfaatan Hasil
•         Memanfaatkan hasil dalam membentuk kelompok aktivitas
•         Memanfaatkan hasil untuk merencanakan layanan tertentu
•         Pembentuk kelompok berdasarkan hasil sosiometri mempertimbangkan:
   1) Kelompok dibentuk berkisar 5 – 7 orang
2) Hasil dimanfaatkan untuk situasi yang diungkapkan (belajar atau rekreasi)
3) Penempatan dalam pilihan yang pertama dan beberapa pilihan kedua dan          ketiga
4) anggota yang terisolir ditempatkan dalam kelompok yang dapat menerima siswa itu.


PERKEMBANGAN EMOSI REMAJA


 PERKEMBANGAN
EMOSI REMAJA




I. Pengertian Emosi dan Kekhasan Emosi Remaja
Emosi merupakan reaksi psikologis yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku, gembira, bahagia, sayang, cemburu dll. Emosi juga muncul dalam bentuk luapan perasaan yang surut dalam waktu yang relatif singkat.
Ada juga jenis bentuk emosi, yaitu emosi positif dan emosi negatif, emosi positif merupakan reaksi kepuasan dan emosi negatif merupakan kepuasan ketidakpuasan terhadap kebutuhan yang dirasakan oleh remaja.
Adapun bentuk-bentuk emosi tersebut adalah sebagai berikut;
1. Emosi marah
Emosi ini sering terjadi, penyebabnya bisa karena manusia sering dipermalukan, di hina di pojokkan dengan dan dihadapan teman-teman sebaya lainnya, dan bentuk emosi remaja ini bisa di tonjolkan melalui, berkelahi, dengan mencaci-maki, ataupun dengan ungkapan verbal lainnya.
2. Emosi Takut
Bisa di karenakan takut menghadapi sesuatu, karena ujian, karena ada masalah tertentu yang menyebabkan dia takut. Atau bisa jadi karena perkembangan pergaulannya.
3. Emosi Cinta
Jenis emosi ini sering sekali terjadi pada remaja, remaja selalu emosi karena permasalahan cinta ini. Rasa cinta seseorang itu sudah mulai tumbuh dari kecil, sejak masa praremaja (pubertas) kepada lawan jenisnya, misalnya anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya.
Remaja yang akan mengalami emosi cinta ini jika perkembangannya normal remaja tersebut akan mengarahkan rasa cintanya dengan baik dan akan menimbulkan nilai positif kepadanya, akan tetapi jika emosi cinta tesebut akan menimbulkan nilai negatif bagi dirinya maka akan mengganggu dirinya dan perkembangan hidupnya, bahkan akan bisa mengarahkan kepada perbuatan-perbuatan yang yang menyimpang.

II. Faktor-faktor yang menyebabkan mempengaruhi emosi remaja yang negatif dan positif
Ada beberapa penyebab timbulnya emosi remaja yang negatif menurut Hurloc yakin;
*      Memperlakukan remaja sebagai anak kecil, sehingga mereka merasa diremehkan dan tidak dianggap mempunyai harga diri.
*      Dihalangi membina keakraban dengan lawan jenisnya, baik dari orang tuanya maupun dari lingkungan sebayanya.
*      Terlalu sering disalahkan dan dikritik, sehingga dianggap tidak ada kebenaran dan kebaikan yang ada pada diri remaja itu sendiri.
*      Merasa diperlakukan secara tidak adil, merasa kebutuhan mereka tidak dipenuhi oleh orang tua dan Diperlakukan secara otoriter

Ada beberapa usaha untuk mengembangkan emosi remaja yakni sebagai berikut;
*      Adanya model dari orang tua dan guru serta orang dewasa lainnya yang ada di lingkungan remaj itu sendiri untuk melahirkan emosi-emosi positif dan sikap yang baik.
*      Adanya latihan pengontrolan emosi atau menahan diri secara terprogram dalam keluarga dan sekolah.
*      Membantu remaja mempelajari berbagai kondisi yang menyebabkan munculnya emosi negatif tersebut pada dirinya dan cara-cara menghindarinya.
*      Membantu remaja mengatasi berbagai masalah pribadi dengan mendorong mereka untuk mengungkapkan masalah pribadinya itu kepada orang yang dipercayainya.
*      Melatih dan menyibukkan remaja dengan berbagai kegiatan fisik yang menguras banyak energi sehingga gejolak emosi mereka dapat tersalurkan, misalnya dengan melakukan berbagai kegiatan olahraga, basket, sepakbola dll.
*      Menciptakan berbagai kesempatan yang memungkinkan remaja berprestasi dan mendapatkan harga dirinya.

A. Hakikat Psikologi remaja

A. Hakikat Psikologi remaja


Ada beberapa ciri khas perkembangan remaja sebagai berikut;
  1. Mengalami perubahan fisik (pertumbuhan) paling pesat
  2. Mempunyai energi yang berlimpah baik secara fisik maupun psikis
  3. Mengarah perhatian kepada teman sebaya dan secara beransur-ansur melepaskan diri dari keterikatan dengan keluarga
  4. Remaja memiliki ketertarikan yang kuat dengan lawan jenisnya.
  5. Periode yang idealis, yang merupakan bentuk keyakinan tentang kebenaran, konsep-konsep yang idealis dll.
  6. Menunjukkan kemandirian, dapat ditunjukkan keinginan untuk mengambil keputusan sendiri tentang diri remaja itu sendiri, seperti pada pengambilan keputusan jurusan, karier dll.
  7. Berada pada periode transisi
  8. Pencarian identitas diri, yang ini merupakan khas perkembangan remaja


Wawancara dan observasi


WAWANCARA DAN OBSERVASI
(Jenis Penelitian dan Inventori Dalam Bimbingan dan Konseli

A. WAWANCARA
a. Pengertian
Wawancara adalah proses antara pewawancara (Interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewee) melalui komunikasi langsung atau dapat juga dikatakan sebagai proses percakapan tatap muka (face to face) antara interviewer dengan interviewee dimana pewawancara bertanya langsung tentang sesuatu aspek yang dinilai dan telah dirancang sebelumnya. A. Muri Yusuf (2005:140)
Wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak. Berhadapan muka dan dengan arah serta tujuan yang telah di tentukan. Anas Sujiono (1998:92).

Warwick-Linger, 1975 dikutip A. Muri Yusuf (2005:275) menyatakan bahwa ada empat faktor yang menentukan keberhasilan dalam percakapan tatap muka mau pun percakapan melalui media.
1. Pewawancara hendaknya memiliki
a. Kemampuan dan keterampilan dalam komunikasi
b. Kemampuan dalam memahami dan menerima serta merekam hasil wawancara yang telah dilakukan
c. Rasa aman dan percaya diri
2. Yang diwawancarai Harus mempunyai:
a. Kemampuan memahami dan menangkap pertanyaan
b. Kemampuan dalam menyatakan pendapat
c. Rasa aman dan percaya diri
3. Isi atau materi yang diwawancarai
a. Tingkat kesukaran hendaklah dalam ruang lingkup kemampuan Inteviewee
b. Kesensitifan materi pertanyaan
c. Luasnya materi wawancara
4. Situasi wawancara
a. waktu pelaksanan
b. tempat pelaksanaan
c. situasi lingkup

Keempat kemampuan diatas saling mengetahui dan beinteraksi sehingga menunjang atau menghambat pencapaian tujuan wawancara. Apabila semua kamampuan berfungsi dengan dengan baik dan sesuai dengan fungsinya masing-masing, maka tujuan wawancara akan tercapai dengan baik, sebaliknya apa lagi banyak komponen yang tidak berfungsi, maka wawancara yang dilakukan akan mengalami kelambanan dan mungkin jadi tidak berhasil. Keberhasilan seorang wawancara ditentukan oleh kemampuan memacing, menggali dan mengikutsertakan yang diwawancarai sehingga ia tertarik dan ia mau di wawancarai serta mampu menyampaikan informasi yang sebenarnya.

b. Jenis wawancara
1. Wawancara terencana – terstruktur
Wawancara terencana-terstruktur adalah suatu bentuk wawancara, dimana pewawancara menyusun terlebih dahulu secara terinci. Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan menurut pola tertentu yang menggunakan format standart dalam pelaksanaannya pewawancara hanya membacakan saja pertanyaan yang telah disusun dan kemudian mencatat jawaban pada tempat yang terlah ditentukan.
2. Wawancara terencana tidak terstruktur
Wawancara terencana tidak terstruktur adalah pewawancara menyusun rencana dan menyiapkan materi tetap tidak terinci menurut format tertentu:
Contoh:
a. Jenis-jenis kenakalan apa sajakah yang anda lakukan bersama teman sekolah
b. Bagaimana cara anda membimbing teman anda dalam belajar kelompok
3. Wawancara bebas
Wawancar bebas adalah wawancara tidak terikat atau diatur oleh suatu pedoman tertentu dan individu yang diwawancarai mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapat.
Contoh:
Kemukakan sebanyak-banyaknya kenakalan yang anda lakukan bersama-sama teman-teman disekolah.
Usahakan mendalami setiap aspek secara runtut dan terarah, jangan lupa menciptakan hubungan yang menyenangkan dengan yang di wawancari.
Dalam wawancara bebas dapat juga dilengkapi dengan menggunakan alat bantu berupa tape recorder (alat perekam suara) sehingga jawaban-jawaban yang diperoleh dengan lengkap dan sebaiknya hasil-hasil wawancara dicatat seketika agar jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah diperoleh dapat dianalisa dengan baik.

B. OBSERVASI
1. Pengertian
Menurut A.Muri Yusuf ( 2005:132) observasi adalah merupakan pengamatan yang teliti dan sistematis tentang suatu objek. Sedangkan Anas Sugiono (1998:76) menyatakan secara umum pengartian observasi adalah cara menghimpung bahan-bahan keterangan ( data ) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan.
Observasi sebagai alat evaluasi banyak digunakan untuk menilai tingkahlaku individu, seorang guru atau tenaga pendidik lainnya dapt mengetahui tingkah laku non verbal dari siswa atau kegiatan program pendidikan lainnya.Contoh: Untuk mengetahui bagaimana tingkahlaku siswa dalam belajar disekolah maka pengamat mengamati tingkahlaku siswa selama disekolah
Tingkahlaku peserta didik pada waktu guru pendidikan agama menyampaikan pelajaran dikelas, ceramah-ceramah keagamaan, upacara bendera, ibadah lain dan sebagainya.
Observasi dapat dibedakan dalam dua bentuk:
a. Participant observation
Yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat secara teratur terlibat langsung dalam program atau kegiatan yang diamati. Siswa atau individu yang diamati tidak mengetahui bahwa pengamat sedang melakukan evaluasi.
Contoh: Untuk mengetahui kebiasaan siswa dalam belajar dirumah maka pengamat tinggal bersama siswa dirumahnya, kalau perlu dalam satu kamar
b. Non-Participant observation
Yaitu pengamat tidak terlibat langsung atau ikut serta dalam kegiatan yang diamati.   
                                                                                                                                                   echi..

Sabtu, 27 Maret 2010

Syair Abu Nawas...

Ilahi Lastu Lilfirdausi Ahla,

Walaa Aqwa ‘Ala Naaril Jahiimi

Fahabli Taubatan Waghfir Dzunubi,

Fainaka Ghafirudz Dzanbil ‘Adzimi...

Dzunubi Mistlu A’daadir Rimali,

Fahabli Taubatan Ya Dzal Jalaali.

Wa ‘Umri Naqishu Fi Kulli Yaumi,

Wa Dzanbi Zaaidun Kaifa Htimali

Ilahi ‘Abdukal Aashi Ataak,

Muqirran Bi Dzunubi Wa Qad Di’aaka

Fain Taghfir Fa Anta Lidzaka Ahlun

Wain Tadrud Faman Narju Siwaaka..

Wahai Tuhan Ku Tak Layak Ke Surgamu..

Namun Tak Pula Aku Sanggup Ke Nerakamu..

Ampunkan Dosaku, Terimalah Tobatku…

Sesungguhnya Engkaulah Pengampun Dosa-Dosa Besar

Dosa-Dosaku Bagaikan Pepasir Di Pantai…

Dengan Rahmadmu Ampunkan Daku Oh Tuhanku…

Setiap Hari Umurku Terus Berkurang

Sedangkan Dosaku Terus Menggunung,

Bagaimana Aku Menanggungkannya

Wahai Tuhan, Hambamu Yang Pendosa Ini

Datang Bersimpuh Kehadapanmu

Mengakui Segala Dosaku

Mengadu Dan Memohon Kepadamu

Kalau Engkau Ampuni Itu

Karena Engkau Sajalah Yang Bisa Mengampun..

Tapi Kalau Engkau Tolak..

Kepada Siapa Lagi Kami Mohon Ampun Selain Kepadamu..


Rabu, 02 Desember 2009



Renungan Hati

Di zaman saat ini tiada jalan untuk berhenti. Berhenti berarti mati! Siapa yang mulai dia yang akan sampai. siapa yang lambat dia yang akan tergilas...

Hidup ini merupakan suatu perjuangan.. seorang mahasiswa/I yang merantau demi membahagiakan keluarganya dia harus berjuang.

Wahai engkau pejuang, jika kamu ingin menggapai cita-citamu yang begitu jauh nun diseberang lautan, maka.. mulailah pasang perahu layarmu, jika seandainya perahu layarmu habis di terpa badai, maka gantilah dengan pendayung..

Jika seandainya pendayungmu patah, maka gantilah dengan kedua tanganmu, jika seandainya perahumu pecah di hempaskan ombak, maka terjanglah pejuru lautan, namun kamu harus sampai ke pulau impianmu!.

Selasa, 01 Desember 2009


I’TIRAF

Wahai Tuhan Ku Tak Layak Ke surgamu..

Namun Tak Pula Aku Sanggup Ke nerakamu..

Ampunkan Dosaku, Terimalah Tobatku…

Sesungguhnya Engkaulah Pengampun Dosa-Dosa Besar

Dosa-Dosaku Bagaikan Pepasir Di Pantai…

Dengan Rahmadmu Ampunkan Daku Oh Tuhanku…

Wahai Tuhan Selamatkan Kami Ini

Dari Segala Kejahatan Dan Kecelakaan

Kami Takut, Kami Harap Kepadamu

Suburkanlah Cinta Kami Kepadamu

Kami Lah Hamba Yang Mengharap Belas Darimu…

Setiap Tangis, Tawa, Hitam, Putih Hidup Kami

Tiada Satu Yang Tersembunyi Engkaulah Saksi

Ya Allah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat

Padamulah Hati Kami Bertobat

Padamu Jualah Kami Bergantung…

Ampuni Kami..

(Inspirasi Doa Abu Nawas)

From Your Dad n Mom

From Your Dad n Mom

Anakku yang kusayangi…

Pada suatu saat dikala kamu menyadari

bahwa aku telah menjadi sangat tua

cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku

Jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan
Jika aku mendapat kesulitan

dalam mengenakan pakaianku sendiri, sabarlah !

Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu

Tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil

Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali

jangan menghentikanku, Tapi Dengarlah aku !

Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang,

dari malam yang satu ke malam yang lain

hinga kau tertidur, dan aku lakukan itu untukmu

Jika aku enggan mandi, jangan memarahiku

Dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan

Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu

Menyuruhmu mandi dikala kecilmu.

By seeing my ignorance towards the new technologies

Do not laugh of me but leave me rather the time to understand

Aku mengajarimu banyak hal, Cara makan yang baik

Cara berpakaian yang baik berperilaku yang baik

Bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan


Jika terkadang aku menjadi pelupa

ataupun aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan,

beri aku waktu untuk mengingat

Jika aku gagal melakukannya, jangan sombong dan memarahiku..

Karena yang terpenting bagiku adalah… aku dapat bersamamu

Dan dapat berbicara padamu.

Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku
Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar.

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku untuk bergerak

Seperti sebelumnya…..

Bantulah aku dengan cara yang sama

Ketika aku merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu

Melakukan langkah-langkah pertamamu……

Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu

Bahwa aku tak lagi ingin hidup, ketika aku ingin mati, jangan marah

Karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti !

Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu,

Kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”.

Suatu hari kelak kau akan mengerti

Bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat

Aku selalu ingin apa yang terbaik untukmu

Dan bagi perkembangan hidupmu kelak

Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku

Jika melihat kondisiku dan usia ku yang sudah bertambah tua.

Kau harus ada didekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir.

Bantulah aku untuk berjalan

Bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.

Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu

Adalah senyum dan kecintanmu padaku.

Aku mencintaimu anakku…

Ayahmu, ibumu

Sebuah Pesan untuk seorang anak

Editan ‘defu_dsy

Penanggulangan Gacirmas (Tiga ciri masalah)


Penanggulangan Gacirmas
(Tiga ciri masalah)

(Dessy Syofiyanti)

Dalam perjalanan hidup Anda, pernahkah Anda memiliki sesuatu hal yang tidak anda senangi, sesuatu hal yang tidak Anda sukai, di kantor misalnya memiliki teman yang sifatnya tidak anda senangi, pekerjaan yang tidak anda sukai terpaksa anda kerjakan dan selesaikan demi tuntutan kerja ataupun atas perintah atasan. Ataupun sesuatu yang ingin anda hilangkan sehingga anda merasa nyaman jika tida adanya objek tersebut. Terkadang anda selalu berusaha untuk menghilangkannya, selama objek tersebut masih melekat pada diri anda, anda merasa tidak tenang dan nyaman.
Pernahkah anda merasa sesuatu hal yang selalu menimbulkan hambatan dalam setiap gerak anda, karena objek tersebut langkah karir atau hidup anda menjadi terhambat, anda selalu merasa rugi dengan adanya objek tersebut, merasa kesulitan karenanya. Jika hal tersebut diatas pernah atau sedang Anda alami, berarti saat ini anda memiliki masalah. Menurut Prayitno Guru Besar Konseling mengatakan ada tiga ciri masalah yakni;
1. Sesuatu yang tidak disukai adanya
2. Sesuatu yang ingin dihilangkan
3. Sesuatu yang menimbulkan hambatan, kesulitan, dan atau kerugian.

Jika anda pernah mengalami tiga ciri diatas, maka bisa dipastikan bahwa anda memiliki masalah, masalah membuat orang menjadi KES-T (tidak efektif dalam kehidupan sehari-hari. Masalah selalu membuat kita menjadi gelisah, emosi bahkan membuat orang menjadi stres. Stres merupakan situasi psikologis yang dialami oleh individu, yang dalam kehidupannya mengalami kekecewaan, kegagalan dan atau kekecewaan yang tidak dapat ditoleransinya lagi.
Stres dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental seseorang yang mengakibatkan ketidaknormalan kehidupan sehari-hari individu yang bersangkutan atau istilah dalam konseling dikenal dengan sebuatan KES-T (Unefective Daily living). Secara psikologis stress mengakibatkan kecemasan, ketidakberdayaan, depresi, gelisah dan reaksi emosi yang tidak terkontrol, sedangkan secara sosioemosional ditandai adanya sikap Menutup diri, mudah tersinggung marah, mudah sedih, rendah diri dan selalu berfikir negatif (negative thingking) terhadap orang lain.
Setiap individu pastilah memiliki masalah dalam hidupnya, bukan hidup kalau tidak ada masalah, kalaulah kita dapat berpikir lebih bijak, kita akan lebih tenang dalam menghadapi masalah, masalah sebenarnya adalah proses pendewasaan diri kita, dengan masalah kita di tuntut untuk menjadi lebih jeli, menjadi lebih dewasa dalam berpikir, karena sesungguhnya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, tinggal usaha kita dalam mencari jawaban dari setiap masalah yang kita hadapi. Melampiaskan masalah dengan kesedihan, kemarahan. keputusasahan cukup wajar, karena manusia dilengkapi nafsu oleh Allah. Akan tetapi yang tidak wajar adalah menurutkan perasaan nafsu tersebut sampai berlarut-larut tanpa adanya usaha dalam penyelesaian masalah yang dihadapi, atau melarikan masalah dengan perbuatan yang salah misalnya bunuh diri, narkoba dll.
Oleh karenanya diperlukan kecerdasan emosional yang matang, kecerdasan emosional adalah kemampuan mengendalikan perasaan sendiri, perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun dalam berhubungan (berinteraksi) dengan orang lain. kecerdasan emosional juga ditandai adanya. kemampuan merasakan, memahami diri sendiri dan orang lain, serta mampu membaca emosi orang lain dan karakter orang lain.
Satu hal terpenting lainnya adalah membentuk konsep diri yang baik pada diri kita, konsep diri adalah Pandangan seseorang tentang diri sendiri (fisik dan psikis) bagaimana emosi kita, bagaimana sifat kita, gambaran dari diri kita. Dengan tahunya seseorang tentang dirinya sendiri, akan membuat individu tersebut lebih bijaksana dalam Menentukan Sikap dan perilakunya baik sikap pada diri sendiri maupun pada orang lain, adanya penyesuaian diri terhadap orang lain. Jika kita bisa memahami orang lain tentunya masalah akan menjadi berkurang, kita tidak selalu berpikir jelek terhadap orang, karena setiap orang melakukan sesuatu pasti memiliki alasan tertentu, dan kita hendaknya menghormatinya.
Masalah hidup yang selalu hadir dalam kehidupan kita bukanlah bencana yang bisa mengahiri hidup kita, Tidak! tapi jadikan masalah sebagai variasi hidup, sehingga adakalanya kita merasakan senang, sedih, berjaya, ataupun jatuh dari kejayaan, itulah hidup penuh seni, ujian yang harus kita selesaikan karena fenomena hidup juga merupakan jalan untuk kita beribadah kepada Allah. Jika ada sesuatu hal yang tidak kita sukai, berusahalah menerima hal yang tidak disukai tersebut, karena tidak ada manusia yang sempurna, semua manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, jika sesuatu yang tidak disukai ataupun yang menjadi hambatan tersebut bisa kita perbaiki, bisa kita hilangkan dengan perlahan itu akan lebih baik, akan tetapi jika itu diluar kemampuan, jangan sesali serahkan kepada Yang Maha kuasa, karena Dia yang lebih tahu yang terbaik untuk kita.
Jangan takut dengan masalah, jangan stres jikalah masalah datang kembali menghampiri kita, tapi sambutlah masalah dengan tenang, dengan penuh keyakinan kalau kita bisa menyelesaikannya dengan baik dan benar, dengan demikian hati kitapun tenang, secara fisik kitapun tidak menjadi sakit karena masalah. Syukuri apa yang ada karena hidup adalah anugerah terindah yang diberikan Allah kepada kita. Karena masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita. Jadilah orang yang terakhir untuk menyerah dalam hidup ini berusahalah dan bertekad bahwa kita pasti bisa melewati hidup ini, If You Think You Can, U Can jika kamu berpikir kamu bisa, kamu pasti bisa. (U can)!

SEBUAH RENUNGAN TENTANG SHALAT


SEBUAH RENUNGAN
TENTANG SHALAT



Saudaraku cobalah kita renungkan bahwa Islam menuntun penganutnya hidup di dunia bahagia dan di akhirat masuk surga dengan pedoman kepada Al qur’an dan Hadits. Bahagia adalah Suatu perasaan yang tidak di dasari oleh materi yang mengakibatkan tidak ada lagi rasa was-was, takut, gelisah, stress karena hidup dan mati ini hanya karena Allah semata. Surga merupakan Segala sesuatu yang paling menyenangkan di dunia ini, tidak ada seujung kukunya kesenangan di surga. Sedangkan neraka adalah segala sesuatu yang paling menyakitkan di dunia ini tidak ada seujung kukunya kesakitan di neraka. Coba kita pikir bersama apalah artinya kesenangan di dunia ini kalau nantinya mengakibatkan diri kita di giring ke neraka.
Hidup di dunia ini adalah kompetisi untuk menentukan tempat kita kelak di akhirat yaitu surga atau neraka, ini sangat tergantung pada persiapan kita, apa yang akan kita dilakukan untuk mencapai tempat mana yang kita inginkan nanti di akhirat. Salah satu ibadah namun utama adalah shalat, dimana begitu istimewanya shalat, sampai-sampai Jibril pun tidak dipercaya oleh Allah untuk menyampaikan perintah shalat kepada Rasulullah, sehingga Allah menyuruh langsung Rasulullah untuk datang menghadapNya dalam bentuk Mi’raj agar Rasulullah langsung mendengar perintah shalat tersebut. “Rasulullah saat sakratul mautnya, berpesan untuk umatnya, Peliharalah Shalat, peliharalah shalat, peliharalah shalat”.
Sabda Rasulullah SAW “di akhirat nanti ada orang yang membawa shalatnya di hadapan Allah swt, kemudian shalatnya diterima dan dilipat-lipat seperti dilipat-lipatnya kain usang dan kotor lalu shalatnya itu dibantingkan ke wajahnya, Sabda Rasulullah SAW lainnya “Bagi orang yang berangan-angan dalam shalatnya, maka ia tidak akan memperoleh apapun selain dari angan-angannya itu”. Sabda Rasulullah SAW juga menjelaskan “Sesungguhnya perumpamaan shalat itu seperti orang yang mandi. Bila seseorang mandi 5 kali sehari, tetapi badannya belum juga bersih, boleh jadi karena air yang digunakan untuk mandi tersebut memang kotor, atau di waktu mandi ia tidak menggunakan sabun. Jadi jika ada orang yang mengerjakan shalat 5 kali sehari, tetapi perilakunya masih saja buruk, berarti orang tersebut belum memahami benar akan artinya shalat” Saudaraku Pada hakekatnya shalat adalah aktifitas yang mempunyai arti yang sangat penting dan mulia yakni:
1. Menyanjung dan memuji Allah Allahu Akbar, Maha suci Allah dan Maha Agung, Maha Tinggi Allah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang
2. Membuat janji/komitmen dengan Allah; Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya karena Allah semata dan tidak akan menserikatkan Allah.
3. Memohon kepada Allah dengan Meminta jalan yang lurus, ampunan, disayangi, cukupi kekurangan, tinggikan derajad, rezeki, petunjuk, kesehatan dan banyak permohonan lainnya.
4. Mendoa’kan Rasulullah dengan shalawat, meminta Rahmad dan Hidayahnya.

Akan tetapi fakta yang ada dalam lingkungan kita adalah Shalat di lakukan hanya sebagai suatu pemenuhan kewajiban sehingga sering di lakukan buru-buru, tetapi saat berdo’a cukup lama kita lakukan. Terkadang mulut mengucapkan bacaan shalat, namun hati kita melalang buana entah kemana, tahu-tahu shalat kita sudah selesai, ini tidak beda dengan orang mabok, tidak mengerti apa yang sedang diucapkannya, inilah yang dikatakan dalam QS:Al ma’un 107 :004-005, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yakni) orang-orang yang lalai dari shalatnya”. Sebaliknya, QS Al Mu’minun 23:001-002 “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya”.
Coba kita ingat-ingat, bila kita dipanggil atasan, betapa kita datang dengan rapi, bertutur kata dengan lembutnya, dan mengerti persis apa yang akan kita diucapkan, jarang terpikir hal-hal lain, apalagi bila itu menyangkut kelangsungan jabatan, berbeda sekali saat kita menghadap Allah dalam Sholat, padahal Sholat adalah saat-saat kesempatan kita untuk menceritakan masalah kita, keluhan kita, tempat kita meminta, sayang sekali kesempatan itu slalu kita lalaikan. Mari bertafakur sejenak untuk memperkuat keyakinan ilahiyah, sabda Rasulullah mengatakan “Bertafakur sejenak, lebih baik daripada ibadah satu tahun”. Coba kita renungkan sejenak jika malaikat jibril datang kepada kita yang menyampaikan bahwa umur kita hanya tinggal 2 jam lagi, apa yang akan kita diperbuat? tentulah sikap yang timbul adalah rasa takut, rendah diri dan penuh harap, tanpa lagi menghiraukan harta istri dan anak. Sibuk mendirikan shalat, tobat dan memohon ampunan-Nya. Bahkan bisa jadi selama 2 jam tersebut akan kita digunakan untuk memperbanyak ibadah-ibadah lainnya. Padahal sebelumnya kita memiliki cukup waktu yang banyak beribadah. Sia-sia rasanya hidup kita di dunia bila nantinya di akhirat akan masuk neraka.
Jika keyakinan ini telah tertanam kokoh dalam kalbu kita, hendaklah berlatih untuk memiliki kebiasaan hidup lebih baik lagi, berpakaian yang terbaik untuk ketemu dengan Allah dalam shalat, slalu mengikhlaskan waktu untuk ketemu dengan Allah dengan shalat. Setiap akan memulai suatu pekerjaan, selalu memohon kepada Allah agar terlindung dari godaan setan. Mulailah mengucapkan bacaan shalat dengan tenang dan sabar, tidak tergesa-gesa. Berusaha untuk mengerti apa yang diucapkan dalam shalat sehingga mulut berucap, kalbu tidak dibiarkan terdominasi oleh selain Allah yaitu dengan memberikan tugas mengartikan apa yang sedang diucapkan, jika masih saja ada gangguan bagi kalbu yang melalang buana, tetapi dengan cepat kita kembali kepada Allah.
Mulailah janji kepada Allah dalam shalat, yakni sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah karena Allah semata, dan dijadikan ini sebagai alat kontrol dalam setiap akan memulai tindakan. Sehingga bila tindakan yang akan dilakukan tersebut bukan karena Allah semata, maka tidak perlu dilakukan. Misalnya Bila ada niat dalam hati hendak melakukan zina atau korupsi, segera tanya kalbu ini, apakah ini kita hadirkan atau lakukan karena Allah? Bila tidak, tentu segera meninggalkan niat berbuat tersebut. Bila shalat yang dilakukan berdasarkan keyakinan tersebut diatas, maka akan terasa bahwa betapa shalat itu nikmat, sehingga sehabis shalat akan terasa tentram dalam kalbu.
Keyakinan Ilahiyah ini jualah yang antara lain akan membuahkan shalat yang mana selaras antara mulut yang mengucapkan dengan kalbu hati kita yang menghayati maknanya dan otak mengingat kebesaran-Nya. (Khusyu’). Shalat seperti inilah yang dapat mencegah Keji dan Mungkar . Insya Allah...